共有

Bab 96 Pulih

作者: Secret juju
last update 公開日: 2026-02-04 22:42:03

Winter mendongak. Ada dorongan kuat di dadanya. Keinginan untuk melihat Greyson, memastikan dengan matanya sendiri bahwa pria itu baik-baik saja. Namun rasionalitasnya lebih dulu berbicara. Rumah sakit terlalu berisiko. Terlalu banyak mata.

Ia menggeleng perlahan.

“Aku mempercayakan Greyson padamu, Mike,” ucap Winter akhirnya.

Kalimat itu terdengar tenang. Padahal di baliknya, ada kegelisahan yang belum juga reda dan keinginan yang ia paksa untuk tetap disimpan sendiri.

***

Mike kembali ke ruma
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 104 Yang Datang Bersamamu

    Greyson menoleh ke Winter. Ada jeda singkat. Tarikan napas yang tidak terlalu dalam, tapi cukup memberi tahu Winter bahwa kalimat berikutnya bukan kalimat ringan.“Istriku,” kata Greyson.Sandra membeku satu detik, lalu wajahnya berubah cerah. Senyumnya melebar, tulus, tanpa beban. “Istrimu?” ulangnya. “Oh… pantas saja.”Ia mendekat ke Winter, menatapnya dari ujung kepala sampai kaki, seperti seorang ibu yang menilai menantunya untuk pertama kali. Tidak menghakimi, hanya ingin mengenal.“Kau cantik,” ucap Sandra. “Kenapa Gaffin tidak mengenalkanmu lebih awal?”Greyson menunduk sedikit. Tidak menjawab.Winter tersenyum kecil, canggung. Ia tidak tahu harus merespons dengan cara apa yang benar.“Saya… Winter,” katanya akhirnya. Nada suaranya pelan. “Senang bertemu dengan Mama.”Sandra tampak senang mendengarnya. Ia mengangguk-angguk kecil, lalu mengulurkan boneka capybara yang sedari tadi dipeluknya.“Pegang ini sebentar,” katanya. “Tanganku pegal.”Winter ragu sejenak sebelum menerima

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 103 Yang Perlahan Terungkap

    Hari itu apartemen Greyson terasa lebih terang dari biasanya, meski suasananya justru hening. Winter berdiri di dekat meja makan, menata beberapa wadah makanan yang baru saja datang. Bukan masakannya karena ia tahu batas kemampuannya, tapi ia memastikan semuanya makanan sehat, sesuai anjuran dokter.Greyson duduk di kursinya, tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih. Ia memperhatikan Winter sekilas. Perempuan itu bergerak tenang, efisien, tanpa banyak bicara. Kepedulian yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Bukan karena perasaan, melainkan karena rasa kemanusiaan. Greyson tahu itu, yang membuatnya tidak ingin berharap terlalu jauh.Greyson mengambil sendok, menyuap sup pelan. Winter akhirnya duduk di kursi seberang.Beberapa suapan berlalu dalam diam. Greyson meletakkan sendoknya. Gerakan kecil itu cukup membuat Winter berhenti makan dan menoleh. “Apa makanannya tidak enak?” tanyanya spontan. “Tidak sesuai seleramu?”Greyson tidak langsung menjawab. Ia menegakkan tubuhnya sedikit, men

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 102 Dugaan yang Salah

    Greyson tidak langsung menjawab. Untuk sepersekian detik raut wajahnya berubah. Bukan panik, bukan takut. Lebih seperti seseorang yang tersentuh tepat di titik yang jarang disentuh orang lain.Stella melihatnya. Dan ia yakin itu pukulan telak.Ruangan terasa menyempit.Greyson menarik napas pelan. “Kau tahu,” katanya akhirnya, tenang tapi padat, “banyak orang di industri ini menyamakan privasi dengan kebohongan.”Ia menatap Stella lurus-lurus. Tatapan yang tidak meminta pengertian, tidak juga pembelaan.“Aku tidak takut jika publik tahu,” lanjutnya. “Tapi tentu saja kau cukup cerdas untuk memahami perbedaannya.”Greyson mengangkat ponsel rusak itu sedikit lebih tinggi, lalu menurunkannya kembali ke samping tubuhnya. Gestur kecil, tapi penuh kendali. “Menyembunyikan,” katanya, “dan melindungi itu dua hal yang berbeda.”Stella tidak tersenyum kali ini.“Aku ada di industri ini bukan untuk menjual luka keluargaku,” ucap Greyson. Suaranya tetap datar, namun ada sesuatu yang mengeras di sa

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 101 Kendali yang berpindah Tangan

    Diamnya Greyson justru membuat senyum Stella mengembang perlahan. Ia berhasil. Reaksi itu terlalu jelas untuk disangkal. Stella kini semakin yakin Greyson dan Winter bukan sekadar saling mengenal. Ada kedekatan yang lebih dalam, lebih personal.“Masuklah,” ucap Greyson akhirnya. Nada suaranya datar, tapi keputusan itu terasa berat.Stella melangkah masuk ketika Greyson menggeser tubuhnya ke samping. Begitu pintu tertutup, Stella sempat menoleh, mengamati punggung Greyson yang bergerak tertatih menuju ruang tengah, satu kruk menopang langkahnya. Dugaan di kepalanya semakin menguat.“Apa yang ingin kau bicarakan tentang Winter?” tanya Greyson.“Hm.” Stella bergumam pelan, lalu melangkah santai ke sofa dan duduk seolah ini apartemennya sendiri. “Apa yang ingin kau tahu?” katanya ringan. “Keluarganya? Kekasihnya?” Ia berhenti sejenak, lalu tersenyum tipis. “Atau skandal-skandalnya?”Greyson menatapnya tajam. Ada sesuatu yang terasa keliru sejak awal. “Keluar,” ucapnya dingin. “Jika kau ti

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 100 Tamu tak di Undang

    “Tubuhmu panas. Apa kau demam?” ucap Winter.Ucapannya nyaris refleks, diikuti gerakan yang tak disengaja. Jemarinya menyentuh kulit Greyson, lalu punggung tangannya menempel di kening pria itu, mengukur suhu dengan kebiasaan sederhana yang lahir dari kepedulian.Greyson menegang seketika.“Aku baik-baik saja,” katanya cepat. Tangannya terangkat, menjauhkan tangan Winter dari keningnya, mungkin sedikit lebih keras dari yang ia maksudkan.Winter terdiam sesaat, tapi kerut di dahinya tak menghilang. “Aku yakin tubuhmu panas…” gumamnya. Kekhawatiran itu nyata. Pikirannya langsung melompat ke kemungkinan terburuk, luka bekas operasi, air yang mungkin tak sengaja mengenai perban, infeksi yang terlambat disadari.Ia menatap Greyson lebih lama, seolah mencoba membaca sesuatu di balik sikap defensifnya. “Jangan bohong. Kau sering begitu kalau tak mau merepotkan orang lain.”Greyson menarik napas dalam-dalam. Ini justru alasan kenapa ia harus menghentikan semua ini sekarang.“Aku tidak demam,”

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 99 Panas

    Napas mereka sama-sama memburu, antara ketegangan yang tiba-tiba dan kelegaan yang menyusul.Greyson menoleh ke arah Winter. Wajah mereka kini begitu dekat, jarak di antara bibir mereka nyaris tak ada. Greyson seharusnya segera melepaskan. Tapi untuk sepersekian detik yang terlalu lama, Greyson hanya diam.Winter akhirnya bergerak lebih dulu. Ia menarik tubuhnya pelan, berhati-hati agar tidak membuat Greyson kehilangan keseimbangan. Telapak tangannya masih menyentuh bahu Greyson saat ia berdiri kembali, wajahnya sedikit memerah, entah karena uap air panas, entah karena sesuatu yang lain.“Maaf,” katanya. “Lantainya licin.”Greyson mengangguk. “Aku tidak apa-apa.” Dengan suara rendah dan sedikit serak, Greyson berucap, “Kau harus hati-hati.”Winter mengangguk singkat, terlalu sibuk menata napasnya sendiri untuk menjawab dengan lebih dari itu.Kenapa rasanya jadi secanggung ini?Padahal ini bukan pertama kalinya mereka bersentuhan. Mereka pernah lebih dekat dari sekadar pegangan di ping

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 88 Orang Terdekat

    Selama beberapa hari Greyson berada di luar negeri untuk urusan pekerjaan, Winter memilih tinggal di rumah orang tuanya. Sebelum menetap di apartemen Greyson, ia terbiasa hidup sendiri di unit sederhana yang ia sewa. Apartemen itu tidak kecil, cukup nyaman untuk satu orang. Namun jelas tak bisa dib

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 86 Kejutan di Pagi Hari

    Greyson menghela napas pelan, nyaris tak terdengar di antara sisa riuh meja. Tatapannya yang sempat mengunci Winter dilepaskan. Rahangnya mengendur sedikit, seolah sebuah keputusan akhirnya diambil. Bukan yang paling berani, tapi yang paling terkendali.Ia menoleh ke samping. “Mike,” ucapnya pelan

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 85 Apa yang akan ia lakukan?

    Greyson mengangkat tubuh Winter ke dalam gendongannya. Kaki Winter refleks melingkar di pinggangnya. Di ruang sempit itu, tubuh mereka saling menempel. Greyson menurunkan wajahnya ke sisi leher Winter, menciumnya singkat namun meninggalkan jejak, lalu mengubur napasnya di sana. Sentuhan itu tidak m

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 83 Cemburu?

    “Kau akan membantuku, kan?” ucap Stella pelan, nyaris berbisik, tapi cukup tajam untuk menusuk.Winter diam. Tatapannya terkunci pada pantulan wajah Stella di cermin. Senyum itu masih tenang, ramah, nyaris bersahabat. Namun di baliknya, Winter melihat sesuatu yang lain. Kesabaran yang berbahaya. Ke

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status