Napas Greyson semakin berat, tak lagi beraturan. Kancing kemejanya telah terlepas seluruhnya, kain itu menggantung sia-sia di sisi tubuhnya, seolah pertanda kendali yang ikut runtuh. Dada mereka saling berhadapan, terlalu dekat, terlalu sadar satu sama lain. Winter masih menempel di dinding, jemarinya mencengkeram kerah kemeja Greyson, menarik pria itu ke dalam ciuman yang dalam dan panas. Bibir mereka saling menekan, tak memberi ruang untuk bernapas, hanya desahan yang terperangkap di antara sentuhan.Tangan lentik Winter meluncur turun, menyusuri perut Greyson yang menegang, lalu berhenti di ikat pinggangnya. Jarinya menyentuh logam itu perlahan, penuh maksud, sementara bibirnya tak melepaskan ciuman yang semakin dalam, semakin berani. Greyson menggeram pelan di sela kecupan, tubuhnya bereaksi sebelum pikirannya sempat mengejar.Namun detik berikutnya, Greyson menangkap pergelangan tangan Winter, menghentikan gerakannya. Ciuman itu terputus dengan napas tersengal di antara mereka.W
Last Updated : 2026-01-21 Read more