Lokasi syuting sudah mulai ramai saat Winter tiba. Ia turun dari mobil bersama Serena. Udara pagi masih dingin, namun hiruk pikuk kru membuat suasana terasa hidup. Beberapa orang menyapa Winter singkat, sekadar anggukan atau senyum profesional.Tak jauh dari mereka, Stella baru saja datang.Perempuan itu melangkah anggun, mengenakan kacamata hitam besar. Di belakangnya, Lusi—sang asisten—berjalan tertatih, kedua tangannya penuh oleh tas, map, dan botol minum milik Stella. Jarak di antara mereka jelas. Tidak sejajar, seolah ada garis tak kasatmata yang menegaskan siapa yang penting, dan siapa yang hanya mengikut.“Oh, Serena.” Stella menghentikan langkahnya. Senyum tipis terukir di bibirnya. “Kau datang?”Pandangan Stella bergeser, bolak-balik antara Serena dan Winter. Ada jeda singkat, cukup lama untuk menunjukkan bahwa ia sudah menebak sesuatu.“Apa yang kau…,” kalimatnya menggantung.“Serena sekarang membantuku,” potong Winter tenang.Stella mengangguk pelan. Sudut bibirnya sedikit
Última atualização : 2026-01-18 Ler mais