Perjalanan menuju wilayah konflik tidak sesederhana membeli tiket pesawat lalu berangkat.Sebelum diterjunkan ke lapangan, Winter bersama puluhan relawan dari berbagai negara diwajibkan mengikuti pelatihan intensif selama beberapa hari di negara transit. Mereka dibekali prosedur keselamatan dasar, cara menghadapi situasi darurat, mengenali bunyi sirine serangan, titik evakuasi, hingga aturan berkomunikasi di area dengan jaringan yang terbatas.Sebagai relawan non medis, tugas Winter bukan menangani korban secara langsung. Ia ditempatkan di divisi logistik dan administrasi, membantu mendata kebutuhan warga, menyiapkan paket bantuan, serta mendistribusikan makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan darurat ke titik-titik pengungsian.Satu kalimat yang terus diulang selama pelatihan masih teringat jelas di kepalanya."Jangan pernah bertindak sendiri. Di wilayah konflik, satu keputusan gegabah bisa membahayakan seluruh tim."Kini, setelah benar-benar berada di sana, Winter akhirny
Baca selengkapnya