Greyson membalas ciuman itu, tangannya naik ke sisi wajah Winter, ibu jarinya menahan rahang perempuan itu dengan tekanan ringan, seolah meminta izin yang sudah ia dapatkan tanpa kata.Ciuman mereka bertahan, pelan tapi penuh niat. Bibir Greyson bergerak perlahan, menyesuaikan ritme Winter. Ada jeda-jeda pendek di antaranya, tarikan napas, sentuhan tertahan yang membuat detik terasa lebih panjang dari seharusnya.Winter merespons dengan cara yang sama. Ia memiringkan kepala sedikit, memperdalam ciuman itu tanpa terburu-buru. Jari-jarinya mencengkram tengkuk Greyson, denyut jantungnya terasa jelas di telinganya sendiri.Greyson menarik diri sepersekian detik, hanya cukup untuk menempelkan dahi mereka. Napasnya hangat, sedikit berat. Matanya menatap Winter dari jarak dekat, bukan tatapan main-main, bukan juga sekedar godaan.“Kau yakin?” tanyanya pelan.Winter tidak menjawab dengan kata-kata. Ia mendekat lagi, mencium Greyson singkat, sebuah jawaban yang cukup.Greyson menghela napas re
최신 업데이트 : 2025-12-26 더 보기