Ranjang berderit pelan, ritmis, menyatu dengan napas mereka yang semakin tidak teratur. Greyson menahan tubuhnya tepat di atas Winter, satu lengan menyangga berat badannya, lengan lain menahan pinggang Winter agar tetap dekat. Terlalu dekat. Seolah jarak sekecil apapun akan terasa seperti kehilangan.Winter melenguh pelan, punggungnya sedikit melengkung, tangannya mencengkram sprei di sisi kepala. Ada ketegangan yang tumbuh, lalu melepas, berulang, mengikuti gerakan Greyson yang mantap namun terkendali. Ia tidak terburu-buru. Greyson tahu persis kapan harus melambat, kapan harus menahan diri.“Greyson…” nama itu terucap lagi, lebih lirih, lebih rapuh.Greyson menunduk, menempelkan dahinya ke bahu Winter, napasnya berat. Tangannya mengusap sisi tubuh Winter, ibu jarinya menekan pelan, seolah menenangkan sekaligus menuntut. Ia membiarkan Winter lebih dulu hanyut, membiarkan tubuh perempuan itu merespons sepenuhnya, sebelum dirinya ikut terseret.Saat Winter akhirnya menghela napas panja
최신 업데이트 : 2026-01-08 더 보기