Eliana memandang wajah Aron dengan ekspresi sulit percaya. Pria yang ia percaya berwatak perhatian, ternyata tak ubah macam hewan buas. Sepertinya Eliana melupakan sesuatu tentang pria itu. Dia seorang pembunuh! Sekali menumpahkan darah, maka selamanya dia akan berlumur darah. Aron mendesis, “Kau terlalu murahan, Eliana.” Plak! Detik itu juga, Eliana murka. Bahkan rasa takutnya pada Aron yang sempat mengungkung, terbebas begitu saja. Mendengar kata murahan yang terlontar dari mulut Aron, membuat darahnya mendidih. Tangan itu tanpa komando mendaratkan tamparan sempurna di pipi Aron. Aron memegangi pipinya yang memerah. Kilat matanya terpancar nyalang, seolah menuntut penjelasan dari gadis yang baru saja ia hina. Eliana, yang sudah tidak bisa menahan lagi, melawan dengan seluruh keberanian yang dia miliki. Dengan air mata yang berguguran, dia menyentak Aron. “Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Max! Kau keras kepala dan kasar! Kau tidak pernah peduli dengan aku, ka
Última atualização : 2026-02-09 Ler mais