Suasana kediaman Eliana semakin meriah ketika Aron dipersilakan masuk ke dalam. Sepertinya orangtua beserta kedua adiknya, menerima dengan baik kehadiran Aron. Terbukti dari cara mereka menyambut dengan penuh keramahan serta humble untuk lebih mengakrabkan diri. Sedangkan Eliana menatap tajam pada Aron, seperti kilatan pedang yang siap menghunus lawan. Aron duduk di sofa dengan wajah tenang. Di sebelahnya, ada adik Eliana bernama, Nayla. Nayla adalah anak kedua Ernad, yang saat ini masih menduduki sekolah menengah pertama. Sedangkan si bungsu bernama, Erdan, yang masih menduduki sekolah dasar. “Jadi, nama kamu ... Aron, ya?” tanya ayah dari Eliana sambil memandangi Aron dari sofa seberang. “Betul, Om. Saya Aron, teman kencan Eliana.” sahutnya, jujur. Membenarkan pertanyaan ayah Eliana bernama, Ernad. “Teman kencan, dalam artian kekasih, ’kan?” tohok Ernad, membuat Eliana tersedak salivanya sendiri. Uhuk! Uhuk! Eliana terbatuk-batuk saking terkejut mendengar praduga sang ay
Dernière mise à jour : 2026-01-18 Read More