Aron membuka pintu kamar dan membiarkan Eliana masuk terlebih dahulu. Kamar Aron seperti sebuah oasis di tengah gurun pasir, mewah namun menenangkan. Lampu-lampu lembut menerangi ruangan, menciptakan suasana yang hangat dan nyaman, seperti pelukan yang lembut. Eliana memandang sekeliling, merasa sedikit lebih tenang, tapi matanya masih melebar karena keheranan. “Kamar siapa ini?” “Ini kamarku. Kamu bisa pakai sesuka hati.” kata Aron sambil melangkah menuju lemari. Eliana memandang Aron, yang mulai mengambil beberapa barang dari lemari. “Aron, kau mau apa?" tanyanya, suaranya sedikit curiga, seperti cicitan burung yang waspada. Aron membalikkan badan, memandang Eliana dengan mata yang tajam namun dalam tatapan itu mengandung bentuk perhatian terpendam, seperti permukaan danau yang tidak bergelombang. Aron mendeku di hadapan Eliana yang tengah duduk di bahu kasur. Membuka kotak P3K. “Buka bajumu.” titah Aron Eliana melebarkan mata. Refleks menutup dada menggunakan kedua ta
Last Updated : 2026-01-29 Read more