ari Seroja menegang pada pelatuk senapan. Di bawah todongan moncong baja itu, Atlas hanya bisa bersandar pada bingkai pintu, napasnya tersengal dan darah membasahi lantai batu biara. Matanya menatap Seroja, bukan dengan amarah, melainkan dengan kepedihan yang sangat dalam."Jangan!" teriak Alana.Suaranya menggelegar, beradu dengan deru badai salju yang merangsek masuk melalui pintu sanctum yang hancur. Alana mencoba bangkit, namun kepalanya masih berdenyut hebat. Kilasan memori lima tahun yang baru saja dipaksakan masuk oleh Danu terasa seperti pisau panas yang mengiris otaknya. Ia ingat semuanya sekarang. Pernikahan mereka di pesisir, malam-malam penuh pelarian, dan janji yang pernah diucapkan Atlas untuk selalu menjaganya.Seroja tidak bergeming. Wajahnya tetap datar, tanpa emosi, seolah kulitnya hanyalah topeng plastik yang menutupi sirkuit dingin di bawahnya."Protokol 07 adalah perintah absolut," ucap Seroja. Suaranya monoton, seperti mesin yang sed
Última atualização : 2026-02-16 Ler mais