Erik menekan bel di samping pintu apartemen Renata, malam ini baru sempat pria itu menemuinya."Kau mau minum apa?" tanya Renata saat Erik sudah duduk di ruang tamunya, pria yang sepertinya baru pulang bekerja itu melepaskan jas dan ia taruh di kepala sofa."Tidak perlu, Ren. Aku ke sini bukan untuk minta minum," balas Erik dengan menyandarkan tubuhnya pada sofa, pria itu terlihat lelah.Renata yang msih berdiri, melipat lengannya di depan dada. "Jika begitu, kubuatkan teh hangat saja," ucapnya, kemudian melangkah ke arah dapur.Meski sempat melirikkan pandangannya pada wanita itu, Erik memilih untuk tidak menanggapi. Pria itu memijit pelipisnya merasa pusing, banyak yang ia pikirkan akhir-akhir ini."Minumlah." Renata menaruh gelas berisi cairan teh hangat itu di atas meja, kemudian duduk di sofa berseberangan dengan sahabatnya."Siang tadi Adikmu menemui aku, ya lebih tepatnya, aku yang mengundangnya ke tempat kerjaku." Kalimat itu menjadi awal pembuka obrolan keduanya, dan berhasil
Last Updated : 2026-02-01 Read more