Erik menghindar saat gadis dalam pelukannya itu terus saja berusaha mencium dirinya. "Hentikan, Lila," ucapnya yang tampak kesulitan mengendalikan tingkah gadis itu. Mereka sudah berada di penginapan, Erik menyuruhnya untuk segera beristirahat. Kalila tertawa-tawa. "Kak Erik, Kak Erik, kau tampan sekali," ucapnya dengan bergerak sempoyongan di hadapan pria itu, kemudian menunjuk hidungnya dengan lucu. "Tapi sayangnya sangat menakutkan," imbuhnya kemudian.Erik mengangkat alis. "Benarkah begitu?" tanyanya, dia percaya delapan puluh persen kalimat yang diungkapkan oleh seseorang yang tengah mabuk itu adalah kejujuran. "Kau takut padaku, Lila?" tanyanya dengan terus memegang tubuh gadis itu agar tidak terjatuh. Pertanyaan itu membuat Kalila menggeleng. "Tidak, aku suka Kak Erik," ucapnya yang membuat pria di hadapannya itu tersenyum."Tidur lah, Lila. Kau mabuk." Erik mendorong tubuh Kalila untuk melangkah ke arah ranjang, namun gadis itu menolaknya."Jangan pergi, Kak Erik." Kalila be
Last Updated : 2026-01-30 Read more