"Lepaskan Lila Kak Ben, biarkan Lila pergi," mohon gadis itu, tangisan di wajah cantiknya semakin membuat dirinya terlihat lemah, dan Ben semakin gencar menggodanya."Hanya sedikit bersenang-senang, kau pasti akan suka Kalila Sayang," ucap Ben dengan mengusap kaki gadis itu hingga ke paha.Kalila menangis, entah kekuatan dari mana gadis itu menggerakkan kakinya dan menendang tubuh Ben hingga nyaris terjatuh dari tangga, beruntung pria itu dapat menjaga keseimbangan tubuhnya."Sial!" umpat Ben kesal, kemudian mengejar Kalila yang berlari menuju pintu kamarnya.Gadis itu merasakan tangan kekar Ben menangkap tubuhnya, dia meronta saat pria itu menariknya menuju sofa. "Lepaskan Lila, Kak Ben!" mohonnya sekali lagi, berusaha membuat pria itu merasa iba.Namun Ben mengabaikannya, pria itu mengangkat tubuh Kalila dan membantingnya ke atas sofa, Kalila yang terus bergerak memukul, segera dibekukan dengan sebelah cekalan jemari Ben yang kokoh, Ben mengunci pergelangan tangan lemah Kalila di at
Last Updated : 2026-01-25 Read more