Dan dengan situasi seperti itu, mereka pun jarang berpapasan di kantor. Entah mengapa.Sekalipun tidak disengaja, tapi aura di antara mereka seperti saling bertolak belakang sekarang.Mungkin karena mereka sama-sama menguarkan aura tidak menginginkan satu sama lain sehingga gelombang yang beredar di antara mereka merupakan gelombang saling tolak menolak.Dengan begitu, mereka tidak pernah berpapasan.Bahkan sampai Thea menyampaikan surat pengunduran dirinya pada Bu Melaney.Wanita itu terkejut dan sempat membujuk Thea berpikir ulang. Tapi Thea telah mantap.Dia bahkan menyerahkan surat itu di sore hari, lima menit sebelum jam pulang resmi mereka.“Ini sangat mendadak, Thea.”“Maaf, Bu.”“Tidak mau kamu pikirkan lagi lebih matang lagi?”“Maaf, Bu. Ini sudah sangat matang.”“Ya, lebih matang lagi, Thea. Jangan sampai setelah kamu resign baru gosong. Pikirkan dulu sampai gosong sebelum resign.”“Maaf, Bu. Ini sudah keputusan final saya.”Bu Melaney mendesah pelan. “Baiklah kalau begitu.”
Read more