“Memaafkan dia?”“Iya! Kenapa memangnya. Tidak sanggup?”“Bukan tidak sanggup. Tapi tidak sudi!”Thea kesal mendengarnya. Memaafkan Huggo itu sesuatu yang mudah diucapkan tapi rasanya sulit dilakukan.Malah setiap kali dia mengingat semua moment saat Huggo marah padanya, bagaimana pria itu tidak mau mendengarnya, bahkan memandanginya pun tidak sudi, rasanya Thea ingin membalaskan semua perbuatan itu paa Huggo.Ibaratnya melemparkan batu yang dilemparkan Huggo padanya, ke wajah pria itu sendiri.Tapi lagi-lagi ucapan ibunya menyentaknya.“Kalau kamu tidak sudi, itu kamu angkuh, Thea. Kamu sendiri juga bersalah padanya. Bahkan kamu yang memulainya. Makanya mom bilang kamu harus intropeksi.”Thea masih merengut meskipun akhirnya dia bergumam terpaksa, “Iya, iya.”Menjelang makan malam, Huggo masih tak kelihatan batang hidungnya. Sejujurnya Thea penasaran juga. Ke mana Huggo?Jika pria itu pulang, wah hebat sekali dia pulang tanpa pamitan.Fix jika Huggo ternyata pulang tanpa mengucapkan
Read more