Berdasarkan kata-kata Thea, Huggo jadi gelisah.Dan karena itu juga, dia kembali mengunjungi Thea di esok harinya. Pagi-pagi dia bangun, menghubungi Lily dan memberitahu bahwa dia akan absen hari itu, lalu meminta Lily mengatur ulang jadwal pertemuannya dengan beberapa klien penting.“Anda pergi lagi, Pak?”“Iya! Ada yang sangat penting,” ujar Huggo dengan suara berat, agar Lily tidak berani bertanya lebih jauh lagi.“Oh, err, baiklah, Pak. Akan saya kabari jika sudah reschedule meeting.”“Hmm.”Setelah menelpon, Huggo bersiap berangkat. Dia minum kopi, sarapan singkat, lalu menaiki mobil.Jalanan pagi yang lengang membuat Huggo mengebut demi mencapai kota tujuan lebih cepat.Ketika dia tiba pekarangan rumah keluarga Kozlov, hari sudah hampir mencapai jam makan siang.Huggo memutuskan mencari keberadaan Thea di butik terlebih dahulu.Bell berbunyi saat pintu butik dibukanya.Pelayan datang menyambut.“Siang. Mencari siapa, Tuan?”“Aku mencari Thea.”“Oh, silakan.”Pelayan menuntun Hugg
Mehr lesen