Menatap wanita di hadapannya ini, Thea sebagai perempuan ikut terpukau.Sungguh seperti ada aura kewanitaan yang mampu membuat Thea tak mampu berpaling dari wanita di depannya ini.Dari caranya duduk, bersandar, lalu saat berdiri dan mengulurkan tangannya. Bahkan dari caranya merapikan rambut, wanita itu seperti seseorang yang sudah mempelajari dengan seksama sehingga gerakan-gerakannya terlihat sangat indah dan enak dilihat.“Ini sepupuku, namanya Sidney,” ujar Hudson seraya memperkenalkan Sidney pada Thea, setelah Thea menyapa ayahnya Hudson.“Dan Sidney, ini istriku, Thea. Kami menikah tanpa pesta besar beberapa bulan lalu.”Sidney tersenyum dan menyambut uluran tangan Thea.Setelah bersalaman singkat, mereka duduk mengitari meja makan yang masih belum tersaji apapun.Hudson terus berbincang dengan Sidney lalu menjelaskan pada Thea, “Ayahku hendak menjodohkan dia dengan seorang pria high quality.Sebenarnya sudah dari lama sih, tapi dianya saja yang tidak mau.”“Bukan aku saja, tap
Mehr lesen