“Huggo! Ah, maaf, aku bukan bermaksud untuk lupa mengetuk pintu. Tapi aku tadi tak sengaja tersandung. Ini gara-gara sepatu high heels-ku.” Shania menyapanya ramah, seakan dia dan Huggo selama ini tetap menjadi teman karib.Senyum pun terkembang begitu lebar di bibirnya.Kedua mata Huggo memicing semakin kelam.Bu Melaney pun maju memberanikan diri membantu Shania.“Selamat sore, Pak. Maaf kalau lancang, Pak. Bu Shania ingin bertemu. Sedangkan di depan, Bu sekretaris sedang tidak di tempat.”Huggo melirik Melaney, tidak terkesima sedikit pun.Hanya saja Huggo jadi bertanya-tanya, ke mana Thea.Tapi dia menyimpannya di dalam hati. Di permukaan, dia memasang wajah sengit, seakan siap bertempur dengan dua wanita yang menerobos masuk ke ruangannya ini.Terlebih Shania! Apa dia amnesia dan melupakan perbuatannya yang dulu? Sungguh tak tahu malu jika iya!Dengan wajah menggeram marah, Huggo melambaikan tangannya. “Keluar! Aku sedang banyak pekerjaan dan aku tidak menerima tamu!”Bu Melaney
Last Updated : 2026-02-01 Read more