“Ya ampuuun ... Ternyata seleramu seperti Shania!” Thea berseru sendiri saat mobil sudah melaju kencang di jalan raya.Huggo tidak merespon, melainkan sibuk menyetir.“Berarti benar kan kataku waktu dia datang ke rumahmu malam-malam dan aku bilang dia cantik.”Huggo tetap diam.“Feelingsku memang tidak salah!” Setelah bermonolog sendiri, akhirnya Thea menoleh pada Huggo. Dengan penuh rasa ingin tahu, dia bertanya, “Apa memangnya yang kamu sukai dari Shania?”Huggo tidak menjawab, tetap sibuk menyetir.“Ah, tapi mungkin waktu masih kekasihmu dia memiliki sifat yang jauh lebih baik, makanya kamu menyukainya.”Tetap diabaikan Huggo, Thea pun terus bicara.“Cantik ya sudah pasti. Lalu mungkin juga gesit, luwes, baik, ramah, lembut, keibuan. Kalau tidak begitu, mana mungkin kamu suka, ya kan?”Huggo masih tidak menjawab. Tapi dia melajukan kecepatan mobil
Read more