Kata-kata kejam yang meluncur dari bibir Ibu Suri ibarat belati tak kasat mata yang menghujam telak ulu hati Sienna. Napas sang Permaisuri tertahan sejenak. Di balik gaun birunya, kedua tangan Sienna mencengkeram erat lipatan kain sutra tersebut, berusaha menyalurkan rasa sakit dan penghinaan yang baru saja ia terima.Ia adalah Permaisuri kekaisaran ini. Ia tidak boleh terlihat hancur, apalagi di hadapan wanita yang dengan terang-terangan ingin menyingkirkannya.Sienna menelan kepahitan itu, memaksa bahunya untuk tetap tegak dan mengangkat dagunya. Ia menatap lurus ke dalam mata ibu mertuanya dengan ketenangan yang luar biasa."Aku mengerti kekhawatiran Anda terhadap masa depan kekaisaran, Yang Mulia," balas Sienna, suaranya diusahakan tetap stabil dan tidak bergetar."Tapi... pada akhirnya aku telah berubah pikiran mengenai kehadiran seorang selir di istana ini. Tetapi, satu hal yang pasti, jika pada akhirnya tetap akan ada selir, keputusan itu harus murni berasal dari Yang Mulia Ka
Read more