Angin di perbatasan utara berhembus membawa bau yang memuakkan, campuran antara debu tanah yang kering, keringat, dan aroma besi dari darah segar yang tumpah.Medan perang itu terasa seperti neraka yang bocor ke dunia manusia. Denting logam yang beradu, teriakan parau para prajurit, dan ringkikan kuda yang terluka menciptakan suara yang terdengar menyesakkan. Meski begitu, moral pasukan kekaisaran sedang berada di puncaknya. Setelah berhari-hari saling menekan, garis pertahanan musuh akhirnya mulai retak. Pasukan sayap kiri kekaisaran berhasil memukul mundur pasukan barbar ke arah lembah, membuat angin kemenangan terasa semakin dekat.Namun, kemenangan selalu menuntut bayaran yang mahal.Rowan menggeram tertahan saat kakinya yang terbalut sepatu bot berlumpur tersandung mayat musuh. Tangannya mencengkeram erat bahu seorang ksatria muda yang usianya mungkin belum genap dua puluh tahun yang kini terkulai lemas di atas punggungnya. Sebuah anak panah menembus celah zirah di bagian per
Ler mais