Pagi berikutnya tidak membawa perbedaan yang bisa langsung ditangkap mata. Langit masih menggantung rendah, udara masih bergerak dengan suhu yang sama. Lonceng dapur berbunyi di jam yang seharusnya. Para pelayan melintas dengan ritme yang telah dihafal tubuh mereka sejak lama. Jika ada yang berubah, perubahan itu terlalu halus untuk disebutkan. Namun, ia merasakannya. Bukan sebagai kegelisahan, melainkan sebagai kekosongan kecil—seperti satu kebiasaan yang tiba-tiba tidak terjadi, tanpa pernah diumumkan. Namanya tidak disebut dalam pembagian tugas pagi. Ia berdiri di sisi lorong, menunggu seperti biasa. Biasanya, pada titik itu, seorang pelayan senior akan memanggilnya atau menyebutkan bagian yang menjadi tanggung jawabnya hari itu. Namun kali ini, suara itu berlalu begitu saja, menyebut nama-nama lain, lalu berhenti. Tidak ada kesalahan.
Huling Na-update : 2026-01-12 Magbasa pa