Ruang perawatan kecil itu tidak dibuat untuk percakapan panjang. Cahaya masuk dari jendela sempit, cukup untuk melihat, tidak cukup untuk menghangatkan. Bau ramuan tipis bercampur kain bersih memenuhi udara, menciptakan kesunyian yang terasa resmi—seolah ruangan ini memang disiapkan untuk hal-hal yang tidak perlu diketahui banyak orang. Ia duduk di bangku kayu, lengan kanannya disangga kain. Kulitnya masih memerah, panas yang tersisa berdenyut pelan. Tidak menyakitkan, tapi cukup untuk membuatnya sadar bahwa tubuhnya telah melewati batas hari ini. Tabib bekerja dengan tenang. Gerakannya terlatih, tanpa banyak bicara. Ia membersihkan luka dengan hati-hati, mengoleskan ramuan dingin yang membuatnya menarik napas singkat. Ia menahan reaksi itu. Tuan muda berdiri tidak jauh. Terlalu dekat untuk disebut kebetulan, terlalu jauh untuk disebut mendampingi. Ia tidak ikut campur, tidak bertanya berlebihan. Namun, kehadirannya terasa—seperti bayangan yang tidak bergerak, tapi jelas ada. “
Last Updated : 2026-01-27 Read more