Ia mengetahuinya bukan dari pengumuman, melainkan dari ketiadaan.Pagi itu, tidak ada perintah untuk menyiapkan ruang kerja. Tidak ada permintaan mengantar berkas. Namanya tidak disebut—bahkan tidak dalam bisik. Ia tetap bekerja, tetap menata dapur, tetap menyapu lorong. Namun, pola yang telah ia hafal bergeser sedikit, cukup untuk terasa.“Mulai hari ini, kau membantu di sayap belakang,” kata pelayan senior itu, singkat. “Sementara.”Sementara. Kata yang tidak menjelaskan apa pun, namun menutup banyak pintu.“Baik,” jawabnya, menunduk. Tidak ada pertanyaan. Tidak ada keberatan. Ia tahu, mempertanyakan keputusan semacam ini hanya akan memperpanjang riak yang sudah ada.Sayap belakang lebih sepi. Pekerjaannya lebih kasar, lebih terlihat sebagai kerja tangan daripada kehadiran yang diukur. Ia memindahkan perabot kecil, membersihkan gudang, menata persediaan. Tangannya bekerja, pikirannya tidak sepenuhnya diam.Ia tidak bodoh. Ia tahu konsekuensi jarang datang dengan suara keras. Lebih s
Huling Na-update : 2025-12-29 Magbasa pa