Ana menatap mobil yang di naiki Dalton, mobil itu menghilang dengan cepat dari pandangan Ana. Bola mata Ana berkaca, tubuhnya luruh di tanah yang basah terkena embun pagi, perlahan dan pasti ringikan keluar dari mulutnya, kedua telapak tangannya menangkup wajah, tubuhnya bergetar menahan sesak di dada. "Dia tak akan bisa lepas dari kehidupannya Ana." Hermawan mengusap lembut punggung ringkih Ana. "Ayah, apa yang harus aku lakukan. Aku mencintainya kini." Ana menatap Hermawan."Lepaskan cinta itu, bebaskan dia, jangan biarkan dirimu di kuasai oleh cinta tanpa muara. Dalton lebih mencintai dunianya, dia ingin merengkuh semuanya, tak peduli jika harus menyakiti orang yang tulus.""Apa yang harus aku lakukan Ayah."Hermawan menatap putrinya, perlahan dia memapah tubuh Ana masuk kedalam rumah, "Bersihkan tubuhmu, setelah itu makan dulu, isi tenaga kamu."Ana melangkah masuk ke dalam kamar, setelah menutup pintu perasaan Ana sungguh tak baik-baik saja. Dia memuntahkan isi perut yang masih
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-27 Mehr lesen