Suasana di peternakan kembali sunyi, hanya ada suara yang n dan hewan ternak, dalam hitungan menit, anak buah Daniel bekerja seperti hantu, tubuh-tubuh yang tak bernyawa menghilang, sisa-sisa selongsong peluru dibersihkan, dan tanah yang sempat bersimbah darah disiram hingga bersih. Seolah-olah badai maut tadi hanyalah ilusi.Dalton melangkah lebar menuju kandang ternak. Napasnya masih memburu, peluh membasahi dada bidangnya yang kini terbalut kemeja hitam yang ia ambil terburu-buru."Ana!" suaranya serak, penuh kecemasan yang jarang ia tunjukkan.Pintu kandang terbuka. Ana melangkah keluar. Tidak ada tangisan histeris, tidak ada tubuh yang gemetar hebat seperti biasanya, Ana berdiri tegak, meski debu jerami mengotori kimono yang dia pakai. Matanya yang biasanya lembut kini menatap Dalton dengan tatapan yang berbeda."Aku baik-baik saja, Dalton," suara Ana terdengar stabil, mengejutkan bagi Dalton yang sudah bersiap untuk memeluk Ana demi menenang
Last Updated : 2026-03-10 Read more