"Uhuk!" Suara batuk basah itu memecah keheningan kamar pengantin. Alya membekap mulutnya, namun cairan hangat merembes dari sela jari-jarinya. Ketika ia menarik tangannya, gaun pengantin putih gading itu kini ternoda oleh percikan merah yang mengerikan. Darah. Bukan darah dari luka luar, tapi darah dari dalam parunya yang mulai tergerus oleh Reflective Poison. "Alya?" Luciano terbangun seketika. Efek euforia masih menyelimuti otaknya, membuatnya merasa ringan dan bahagia, namun insting predatornya langsung menyala saat mencium bau amis darah yang keluar dari mulut istrinya. Ia bangkit, sedikit terhuyung, dan meraih bahu Alya. "Kau kenapa? Kau sakit?" Alya menatap Luciano dengan pandangan kabur. Wajah pria itu masih terlihat damai, senyum tipis masih terukir di bibirnya—efek racun yang Alya berikan. Rasa bersalah menghantam Alya lebih keras daripada rasa sakit di dadanya. "Aku... aku meracunimu, Luci," isak Alya, akhirnya pengakuan itu tumpah bersama darah di bibirnya. Tubuhnya m
Last Updated : 2026-01-03 Read more