Masuk"Satu malam di gang sempit mengubah Alya Kirana dari perawat berhati malaikat menjadi tawanan iblis. Demi melunasi utang 10 miliar adiknya, dia harus menyerahkan tubuh dan darahnya pada Luciano Prawira..."
Lihat lebih banyak"TARIK MEREKA! CEPAT!" Suara teriakan Rian terdengar seperti guntur di telinga Alya yang berdengung. Tangan-tangan kekar menarik tubuhnya dari air laut yang dingin, melemparnya ke geladak speedboat yang keras. Alya terbatuk hebat, memuntahkan air asin yang membakar tenggorokannya. Namun, matanya tidak peduli pada rasa sakitnya sendiri. Ia merangkak, menyeret gaun pengantinnya yang basah dan berat, menuju tubuh kaku yang baru saja diletakkan di sebelahnya. Luciano terbaring diam. Terlalu diam. Wajahnya pucat pasi, bibirnya membiru, dan mata elang yang biasanya mengintimidasi itu kini terpejam rapat. Tidak ada gerakan dada. Tidak ada napas. "Tuan!" Salah satu pengawal elit Luciano mengguncang bahu bosnya dengan panik. "Tuan tidak bernapas! Kita harus segera ke rumah sakit!" "MINGGIR!" Alya mendorong pengawal bertubuh besar itu dengan kekuatan yang entah datang dari mana. Ia bukan lagi gadis tawanan yang takut. Di atas kapal yang berguncang membelah ombak itu, ia adalah satu
Waktu seolah membeku. Mata Alya terpaku pada tabung kaca kecil yang melayang di udara. Cahaya matahari fajar yang baru menyingsing memantul pada cairan biru neon di dalamnya, membuatnya berkilau seperti pecahan bintang yang jatuh dari langit. Tabung itu berputar lambat—sangat lambat—di atas permukaan laut yang gelap dan bergelombang. Itu adalah nyawa. Itu adalah satu-satunya hal yang bisa memisahkan mereka dari kematian. "JANGAN!" Teriakan Luciano terdengar jauh, teredam oleh deburan ombak yang menghantam tiang dermaga. Tanpa berpikir, tanpa menimbang risiko, tubuh Alya bergerak sendiri. Insting bertahan hidupnya berteriak, bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk menyelamatkan kesempatan terakhir Luciano. Alya melompat. Gaun pengantin putihnya yang berat berkibar sesaat di udara sebelum gravitasi menariknya ke bawah. BYUR! Dingin yang menusuk tulang langsung menyergap Alya begitu tubuhnya menembus permukaan air laut. Air asin masuk ke hidung dan mulutnya, rasanya perih. Namun,
"Uhuk!" Suara batuk basah itu memecah keheningan kamar pengantin. Alya membekap mulutnya, namun cairan hangat merembes dari sela jari-jarinya. Ketika ia menarik tangannya, gaun pengantin putih gading itu kini ternoda oleh percikan merah yang mengerikan. Darah. Bukan darah dari luka luar, tapi darah dari dalam parunya yang mulai tergerus oleh Reflective Poison. "Alya?" Luciano terbangun seketika. Efek euforia masih menyelimuti otaknya, membuatnya merasa ringan dan bahagia, namun insting predatornya langsung menyala saat mencium bau amis darah yang keluar dari mulut istrinya. Ia bangkit, sedikit terhuyung, dan meraih bahu Alya. "Kau kenapa? Kau sakit?" Alya menatap Luciano dengan pandangan kabur. Wajah pria itu masih terlihat damai, senyum tipis masih terukir di bibirnya—efek racun yang Alya berikan. Rasa bersalah menghantam Alya lebih keras daripada rasa sakit di dadanya. "Aku... aku meracunimu, Luci," isak Alya, akhirnya pengakuan itu tumpah bersama darah di bibirnya. Tubuhnya m
Malam di menara Mansion Jati terasa begitu sunyi, seolah-olah dunia di luar sana telah binasa dan hanya menyisakan ruangan megah ini sebagai satu-satunya tempat berlindung. Cahaya bulan yang dingin menembus jendela kaca raksasa, menyinari debu-debu halus yang menari di udara, memberikan kesan magis yang menipu pada kamar pengantin yang seharusnya menjadi saksi penyatuan dua jiwa. Alya berdiri di dekat jendela, masih mengenakan gaun pengantin putih gadingnya yang kini terasa seberat rantai besi. Ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berpacu kencang, bertarung dengan aroma bunga bakung yang baunya mulai memuakkan. Di belakangnya, Luciano duduk di tepi ranjang king size bersprei sutra hitam, jas tuxedo-nya sudah terlempar ke lantai dengan sembarangan. Pria itu tidak lagi berdiri seperti raksasa yang mengintimidasi. Bahunya merosot, kepalanya tertunduk, dan napasnya terdengar berat namun teratur—sebuah efek dari Euphoric Paralysis yang mulai menjalar ke pusat emosinya. "Alya..
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.