"Arumi, sudah?" Leonard datang menghampiri. "Kita udah keliling loh dari tadi, kamu belum ketemu yang cocok juga?" Arumi tersenyum tipis, "Maaf Mas, bajunya enggak ada yang cocok. Kita pulang aja ya?" "Ya sudah." Terdengar helaan napas Leonard yang mulai kesal. **** Angin berhembus kencang, menerpa rambut panjang Arumi yang sengaja ia gerai begitu saja. Ia duduk di teras belakang rumah, ditemani oleh Abel. "Mana sih?" Indah tampak tak sabar. "Gue mau lihat yang namanya Indah, apa kita datang langsung ke rumahnya?" "Ide buruk Bel, ngapain coba ke sana?" Arumi tertawa kecil, "lihat saja, bentar lagi dia keluar." Tak lama kemudian, benar saja yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga. Indah keluar dari pintu belakangnya, hendak menjemur pakaian. "Pagi, Ndah." Sapa Arumi lebih dahulu, ia sengaja. Indah mengangguk, "Pagi juga, Arumi." Terlihat dengan jelas, sepertinya ia salah tingkah sendiri. Tak kuasa untuk melihat Arumi, bukan apa-apa, melainkan karena ia takut. Bel
Last Updated : 2026-01-13 Read more