BAB 111Zea tak menjawab. Ia menggeleng pelan, tak tau harus merespon apa pada ucapan itu.“Ze….” Panggil Ibra lagi. Suaranya terdengar sedikit bergetar, penuh emosi.“Aku nggak marah kok, Mas. Dan plis, jangan sembarangan bikin janji. Janji itu berat Mas.” Sahut Zea akhirnya.Gadis itu lalu memilih untuk memejamkan matanya, berusaha mengalihkan pikirannya. Namun, dalam hening yang menyusul, bayangan Laila justru kembali menyeruak di kepalanya. Laila yang begitu angkuh dan glamor, dengan riasan bold yang cocok untuk menonjolkan kepercayaan dirinya yang setinggi langit. Belum lagi aneka aksesoris mahal yang melekat di tubuhnya. Semuanya terasa seperti sebuah pernyataan kelas sosial yang tinggi, seakan mempertegas perbedaan kontras dengan kehidupan Zea yang sederhana.Tiba-tiba terlintas di benaknya. Ibra mungkin saja datang dari dunia old money, keluarga kaya raya, seperti yang sering ditontonnya dalam drama-drama favoritnya
Dernière mise à jour : 2026-04-23 Read More