BAB 97Suasana di dalam ruangan kerja pribadi Arkan terasa begitu mencekam, seolah oksigen di ruangan itu baru saja disedot habisDi luar, suara hiruk-pikuk peresmian kafe masih terdengar samar, namun di dalam sini, hanya ada suara napas Naya yang memburu dan detak jantung Arkan yang berpacu cepat.Naya berdiri hanya beberapa senti di depan Arkan. Matanya yang merah padam menatap tajam, mengunci manik mata Arkan“Lupa, Mas? Benar-benar sudah lupakah?” desis Naya. Suaranya rendah. Seperti racun yang disemprotkan ke udara.Arkan terdiam. Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menegang. Ia ingin membantah, ingin mengusir wanita di depannya ini, namun lidahnya terasa kelu.“Tiga tahun lalu Mas. Waktu salah satu armada travel kamu kecelakaan di jalan tol?” Naya melanjutkan, suaranya kini naik satu oktaf, penuh dengan penekanan yang mengiris-iris sisa kekuatan Arkan.“Dan korbannya, anak pejabat, dia nyaris lumpu
Última actualización : 2026-04-08 Leer más