BAB 72Dia masih melakukan kebiasaan itu, batin Arkan. Ada rasa hangat yang menjalar di dadanya melihat Zea bersikap begitu natural di depannya.Arkan menunduk, berpura-pura sangat sibuk dengan potongan lontong di piringnya, hanya untuk menyembunyikan senyum kecil yang nyaris meledak di bibirnya. Hatinya terasa begitu hangat, seolah ada aliran listrik statis yang menyenangkan menjalar ke seluruh sarafnya. Aah, perasaan yang begini ini... sudah sangat lama tak dirasakannya. Perasaan seperti ada ratusan kupu-kupu yang tiba-tiba dilepaskan dan terbang mengepakkan sayap di dalam perutnya.Selama enam tahun ini, hubungannya dengan Naya terasa datar. Stabil, aman, tanpa ada gejolak berarti. Sebuah kehampaan yang Arkan artikan sebagai hubungan yang matang dan dewasa. Tapi malam ini, hanya dengan duduk di kedai sate pinggir jalan, mencium aroma asap arang, dan melihat Zea ‘mencuri’ tomat di sambal kecapnya, Arkan merasa jiwanya kembali ber
Last Updated : 2026-03-12 Read more