"Aku punya urusan di dunia lain. Tiga hari lagi, aku akan datang untuk membawamu pulang."Suara mekanis Sistem yang familier kembali terdengar. Tatapanku kosong, wajahku pucat pasi. Sudut bibirku memaksakan sebuah senyum pahit sambil berbisik lirih, "Aku akan menunggumu."Sepuluh tahun yang lalu, aku memilih untuk tetap tinggal. Kupikir, aku bisa bersanding dengan Bobby Fersa hingga maut memisahkan. Kupikir, aku tidak akan pernah lagi berurusan dengan Sistem. Siapa sangka, sepuluh tahun kemudian, aku tetap kalah oleh kenyataan.Pintu terbuka, Bobby telah pulang.Wajahnya yang dingin, seketika melembut saat melihatku, lalu mengulas senyum hangat. Dia melangkah cepat ke arahku dan langsung memelukku erat."Dea, kenapa hari ini kamu nggak mengirimkan makan siang untukku? Aku lapar sekali."Suaranya terdengar sedikit merajuk saat berkata, "Biasanya kamu selalu mengirimkan makan siang."Aku menatap wajahnya yang pura-pura bersedih, lalu menundukkan pandangan dan berkata pelan, "Aku lupa."P
Magbasa pa