Hanz segera melepaskan tembakan presisi dari pistol taktisnya, namun Zero menangkap peluru-peluru itu dengan tangan kosong—sebuah demonstrasi kekuatan kinetik yang tidak masuk akal."Kalian terlalu lambat," bisik Zero, tiba-tiba sudah berada di belakang Hanz. Ia mencengkeram leher Hanz dan mengangkatnya ke udara. "Hanz Vane, kau punya segalanya—kekayaan, nama, dan wanita ini. Tapi kau tidak punya insting untuk membunuh Penciptamu.""Lepaskan dia!" teriak Lia. Ia berlari, melompat ke punggung Zero, dan menancapkan belati titaniumnya ke sela-sela kabel saraf di leher Zero.Zero meraung, bukan karena sakit, tapi karena kegirangan. Ia menghempaskan Hanz dan menarik Lia ke depannya. Dengan satu gerakan kasar, Zero menekan tubuh Lia ke meja kaca besar yang ada di tengah ruangan."Lia... kau sangat panas," geram Zero, wajahnya hanya beberapa inci dari wajah Lia. Mata merahnya menatap tajam ke pupil Lia yang bergetar. "Aku bisa merasakan detak jantung Hanz dan Rian di dalam nadimu. Kau membag
Last Updated : 2026-02-28 Read more