Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui jendela yang hancur, menyinari lantai marmer yang kini telah dibersihkan dari darah, meski aroma besi yang samar masih tertinggal di udara. Lia terbangun dengan tubuh yang terasa remuk, namun ada kehangatan yang asing menyelimutinya.Kael sudah tidak ada di ranjang. Namun, jubah militernya tersampir rapi di kursi dekat tempat tidur, seolah-olah pria itu sengaja meninggalkannya sebagai peringatan bagi siapa pun yang berani masuk maka Ratu ini berada di bawah perlindungan sang Jenderal.Lia bangkit, mengenakan gaun sutra ungu tua yang lebih tertutup. Di tangannya, dia menggenggam botol biru kecil pemberian Xavier yang dia sembunyikan semalam.‘Jika Xavier punya ini, berarti ada orang lain yang memberinya. Dan orang itu pasti tahu siapa aku,’ pikir Lia.Tiba-tiba, pintu kamarnya diketuk. Bukan ketukan kasar Kael, melainkan ketukan yang berirama dan sopan."Masuk," ucap Lia, kembali memasang wajah dingin sang Ratu.Pintu terbuka, dan Julian, si
Terakhir Diperbarui : 2026-01-02 Baca selengkapnya