Malam Festival Cahaya tiba di Asterion. Seluruh benteng dihiasi oleh ribuan lentera terbang yang melayang di angkasa, memantulkan cahaya oranye di atas salju yang turun perlahan. Rakyat berpesta, musik dimainkan, dan tawa bergema di setiap sudut.Lia tampak luar biasa cantik mengenakan gaun putih perak yang berkilauan seperti kristal es. Di sampingnya, Kael tampak gagah dengan jubah hitam berlapis bulu, matanya tak pernah lepas dari istrinya."Kau berjanji akan berdansa denganku," bisik Lia, menarik tangan Kael menuju tengah pelataran taman yang kini menjadi lantai dansa.Kael, yang biasanya kaku, kali ini mengikuti gerakan Lia dengan lembut. Tangannya yang besar melingkar sempurna di pinggang Lia. Mereka berdansa pelan, dunia seolah berhenti berputar."Aku mencintaimu, Lia," bisik Kael, mencium pelipisnya. "Lebih dari nyawaku sendiri.""Aku juga mencintaimu, Kael. Selamanya," jawab Lia tulus.Namun, tepat saat Lia mengucapkan kata itu, langit Asterion yang tadinya berbintang tiba-tib
Last Updated : 2026-01-31 Read more