Aku mendongak, menatapnya dengan sisa-sisa rasa terkejut yang masih ada. “Aku sendiri yang akan duduk di balik kemudi dan menyetir mobil itu untukmu,” lanjutnya lagi dengan sebuah janji yang terdengar sangat protektif. Entah kenapa, kalimat sederhana itu terasa seperti palu yang mengetuk dinding hatiku, membuatnya sedikit melunak. Di tengah dunia mafia yang toxic dan penuh kepalsuan ini, tindakan Lukas yang ingin menjagaku dengan tangannya sendiri terasa sangat berarti, terlepas dari apa pun motif tersembunyi yang mungkin ia miliki. Aku mengangguk kecil, memaksakan sebuah senyuman tulus di bibir pucatku. “Terima kasih, Lukas. Terima kasih banyak.” Pria itu hanya tersenyum samar, menatapku dengan binar mata yang sulit diartikan. "Asalkan itu untuk keselamatanmu, aku sama sekali tidak merasa keberatan, Ma Chérie." Dan lagi-lagi… panggilan itu terdengar lagi di indra pendengaranku. Ma chérie. Kata itu bergaung lembut, bergulir dari bibir Lukas dengan begitu fasih da
Last Updated : 2026-05-23 Read more