Dominic langsung membeku sesaat ketika kata sapaan itu meluncur begitu saja dari bibir musuh bebuyutannya."Dear."Satu kata sederhana.Namun di telinga Dominic Moretti, kata itu terdengar seperti penghinaan paling keji yang pernah diucapkan seseorang di hadapannya.Kilatan murka menyambar di sepasang mata abu-abunya. Tanpa membuang waktu, pria Moretti itu langsung melangkah maju dengan hentakan yang berbobot. Tubuh besarnya yang tegap dan kokoh sengaja diposisikan di depan meja, memotong jalur pandang pria itu kepada Nadine, laksana sebuah benteng raksasa yang menolak memberikan celah sedikit pun. "Kau salah masuk kandang, sialan," desis Dominic. Suaranya tidak menggelegar, namun getaran rendahnya menghantarkan hawa dingin yang sanggup membekukan sumsum tulang.Bersamaan dengan kalimat itu, tangannya yang bergerak secepat kilat kini sudah menarik sebuah pistol semi-otomatis hitam legam dari balik pinggangnya. Tanpa ragu, Dominic mengacungka
Last Updated : 2026-06-08 Read more