Dominic melangkah cepat menelusuri selasar menuju taman belakang. Napasnya masih terasa berat, membawa tumpukan penyesalan yang membakar dadanya. Namun, begitu matanya menyapu sekeliling area taman, sosok yang dicarinya sama sekali tidak terlihat. Kursi kayu tempat biasa Nadine duduk sepi, hanya suaravangin yang berembus pelan. Pandangan Dominic terhenti pada seorang pelayan paruh baya yang tengah menyiram tanaman bunga tak jauh dari gazebo. Dominic mengikis jarak dengan langkah tegap. Pelayan itu tersentak kaget melihat kedatangan tuannya. Serta-merta ia menundukkan kepala penuh hormat. "T-Tuan Muda..." "Di mana Nadine?" tanya Dominic singkat, nadanya datar namun tak bisa menyembunyikan ketergesaan. "Nona Nadine sudah dari tadi kembali ke atas, Tuan Muda. Beliau kembali ke kamarnya," jawab pelayan itu cemas. Tanpa membuang kata, Dominic langsung membalikkan badan. Langkah kakinya berdentang lebar memotong koridor, kembali menuju lantai utama. Di
Last Updated : 2026-09-20 Read more