Nadine terengah, kedua tangan mungilnya refleks memukul dada bidang Dominic yang sekeras batu. "Lepaskan kak! Kita sedang dimobil!"Namun, sebelum ia sempat mendorong lebih jauh, jemari besar Dominic telah mengunci kuat rahangnya, memaksa wajah pucat itu mendongak. Detik berikutnya, wajah Dominic menggelap saat ia menundukkan kepala dan membungkam bibir ranum Nadine secara brutal. "Kak... mmph!" Ucapan Nadine terputus total. Ciuman itu yang awalnya terasa begitu gragas, kasar, dan dipenuhi tuntutan absolut. Dominic melumat habis belah bibir Nadine tanpa ampun, seolah ingin menghukum mati kepolosan wanita itu yang berani memuji pria lain di hadapannya.Namun, saat lidah Dominic berhasil menerobos masuk, mengobrak-abrik seluruh isi rongga mulut Nadine dan mereguk habis napasnya, ciuman itu perlahan berubah menjadi lumatan yang teramat dalam, lembut, dan memabukkan. Dominic bergerak laksana pria yang kelaparan, menghisap dan mengecap setiap jengkal kemanisan di dalam mulut Nadine hin
最後更新 : 2026-07-05 閱讀更多