Di sisi lain, saat bibirnya masih menempel lembut di perut Nadine, suara hati Dominic berteriak pilu dalam kesunyian. 'Maafkan Ayah, Nak... Maafkan Ayah yang sudah membuat ibumu menderita selama ini,' bisik Dominic dalam batinnya, meratapi dosa besar yang baru saja terungkap. 'Aku bersumpah demi bernapasnya nyawaku, tak akan ada lagi yang boleh menyakiti kalian. Ayah akan melindungi dan memberi rasa aman untuk kalian berdua.' Nadine berusaha merapatkan bibirnya yang bergetar. Rasa canggung dan cemas akan batas hubungan mereka memaksa wanita itu memalingkan wajah, meski matanya sudah basah oleh genangan air mata. Tiba-tiba, Dominic berdiri dan menarik tubuh Nadine ke dalam pelukannya. Pria itu memeluk Nadine begitu erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher wanita itu. "K-kak..." bisik Nadine bergetar. "Hanya sebentar..." potong Dominic lirih dengan suara pecah yang menahan isak. "Hanya sebentar saja... biarkan seperti ini, Nadine..." Dekapan Dominic terasa makin rap
آخر تحديث : 2026-09-22 اقرأ المزيد