Entah siapa yang memulai—mungkin keduanya secara bersamaan—tapi tiba-tiba bibir mereka bertemu dalam ciuman yang penuh kerinduan yang selama ini terpaksa mereka pendam. Ciuman untuk ke sekian kalinya hari ini."Blue..." desah Stefhani di sela ciuman mereka, tangannya menekan tengkuk Blue, sesekali meremas rambut Blue.Blue menjawab dengan mencium lehernya, tangannya membelai pinggang Stefhani dengan lembut tapi penuh hasrat. "Aku merindukanmu ini," bisiknya di telinga Stefhani, suaranya serak. "Setiap hari, setiap saat."Stefhani menarik wajah Blue kembali ke bibirnya, ciuman mereka semakin dalam, semakin lapar. Tangan Blue merambat ke punggung Stefhani, jemarinya menyusup masuk ke dalam gaun yang ia kenakan. Stefhani melenguh pelan saat merasakan sentuhan Blue di kulitnya yang terbuka.Tergesa, Blue membantu Stefhani melepas pakaiannya. Mata biru Blue kini bisa melihat utuh tubuh mulus Stefhani yang terawat. Tangannya mulai membelai, meremas
最終更新日 : 2026-02-12 続きを読む