Sky keluar dari aula dengan wajah panik, kedua lengannya menopang tubuh Bianca yang terkulai lemas. Gaun elegan perempuan itu terseret sedikit di lantai marmer, rambutnya yang rapi kini berantakan. Para pelayan berlarian membuka jalan, suara ribut bercampur teriakan memanggil dokter.“Buka jalan! Kami harus ke rumah sakit!” seru Sky, napasnya memburu.Blue muncul dari belakang, wajahnya pucat tapi fokusnya tajam. Tanpa banyak kata, ia langsung membuka pintu mobil yang terparkir di depan gedung. “Masukkan ke sini,” katanya tegas.Sky menurut, setengah terburu-buru, setengah bingung. Ia membantu membaringkan Bianca di kursi belakang. Begitu pintu tertutup, Blue sudah berada di balik kemudi. Tangannya menggenggam setir dengan mantap.Mobil melesat begitu mesin dinyalakan. Ban berdecit, lampu-lampu kota berkelebat cepat di sisi jalan. Sky yang duduk di belakang menahan napas, satu tangan memegangi Bianca, satu lagi mencengkeram sandara
Read more