Brian terus mencoba menghubungi ponsel Sela. Awalnya sambungan itu masih tersambung, walau tidak pernah diangkat. Namun kini, nada dering itu bahkan tidak lagi terdengar. Nomor Sela benar-benar tidak bisa dihubungi."Sial!" teriak Brian frustasi, lalu melempar ponselnya ke atas kasur hingga memantul dan jatuh ke lantai.Nafasnya memburu, dada naik turun tidak teratur. Ia menoleh ketika merasakan tatapan tajam mengarah padanya.Jane berdiri di samping tempat tidur, kedua tangannya terlipat di dada. Wajahnya tidak menunjukkan simpati sedikit pun, setelah tahu. Jika Brian di pecat dari pekerjaannya."Kalau kamu dipecat, bagaimana kamu bisa membelikan aku tas keluaran terbaru, Brian." katanya dingin, dengan nada kesal yang jelas.Brian menatapnya tidak percaya. "Dalam situasi seperti ini kamu masih memikirkan tas?" balasnya, suara meninggi. "Aku dipecat, Jane. Dipecat dengan tidak hormat! Kamu tahu itu, kan?""Aku tahu," jawab Jane cepat. "Makanya aku bilang, temui Sela. Dia pasti bisa me
Read more