"Untuk apa aku cemburu?" Sela menimpali ucapan Kai sambil tersenyum. Senyum itu tipis, rapuh, dan jelas dipaksakan. Ada luka lama yang bergetar di baliknya. "Dan ya, lepas tanganku, Kak." pintanya pelan, tapi tegas.Kai terdiam sesaat sebelum akhirnya melepas genggamannya. Namun, bukannya memberi jarak, pria itu justru menarik pinggang Sela dan memeluknya erat. Tubuh mereka saling berhadapan, jarak wajah hanya sejengkal. Napas Kai terasa hangat di kulit Sela."Aku tidak akan melepas kamu, Sel," ucap Kai dengan suara bergetar. "Aku tidak ingin kehilangan kamu lagi."Jantung Sela berdetak tidak beraturan. Ia mencoba mendorong tubuh Kai, tapi pelukan itu terlalu erat. "Kak, lepas. Aku tidak ingin Calista melihat kita seperti ini," katanya lirih, nyaris seperti bisikan."Tapi kamu jangan pergi," balas Kai cepat, seolah takut kata itu benar-benar terjadi."Ya," sahut Sela singkat, hanya agar Kai mau melepasnya.Dengan berat hati, Kai menurunkan tangannya dari pinggang Sela. "Aku sudah me
最終更新日 : 2026-02-10 続きを読む