"Masuk!" perintah Leon sekali lagi, nadanya tegas tanpa memberi ruang untuk penolakan.Sela menggeleng pelan, jemarinya mengepal di sisi tas selempang yang ia genggam erat. "Maaf, Pak. Aku harus segera pulang," tolaknya, berusaha menjaga suaranya tetap sopan meski dadanya berdebar tidak karuan.Leon menghela napas panjang, napas yang terdengar berat dan tidak sabar. Ia lalu melangkah mendekat, menghampiri sisi mobil tempat Sela berdiri. Jarak di antara mereka kini hanya beberapa langkah, cukup dekat untuk membuat Sela refleks memundurkan kaki.Bukan hanya karena tatapan Leon yang sulit ditebak, dingin, tajam, dan penuh tekanan, tetapi juga karena sudah cukup lama Sela tidak bertemu dengannya, tepatnya setelah memberikan ponsel di hari itu. Sekarang, pria itu berdiri di depannya, memintanya masuk ke dalam mobil pribadi. Sesuatu yang sama sekali tidak Sela pahami, apalagi mereka tidak dekat. Bahkan berbincang santai pun hampir tidak pernah."Kamu takut denganku?" tanya Leon, alisnya te
最終更新日 : 2026-01-26 続きを読む