Gerbang besi berkarat itu berderit memilukan saat Rangga mendorongnya terbuka. Di atasnya, plang nama "KEBUN BINATANG SATWA LESTARI" menggantung miring, huruf 'S'-nya sudah copot sehingga terbaca "ATWA LESTARI".Angin berhembus. Bukan angin sepoi-sepoi, melainkan angin yang membawa aroma campuran kotoran gajah, sampah busuk, dan keputusasaan."UEK!"Berlin langsung membungkuk, menutup hidung dan mulutnya dengan sapu tangan sutra. Wajahnya hijau, senada dengan lumut di tembok pagar."Bau apa ini, Mas?!" protes Berlin, suaranya teredam. "Ini bukan bau alam! Ini bau dosa!"Rangga mencoba bersikap tegar, meski matanya berair menahan bau amonia yang menusuk. Ia melangkah masuk, dan... Sruput.Sepatu
Read more