Lokasi: Gudang Arsip Bawah Tanah, Gedung Rektorat LamaHawa dingin dan bau kertas lapuk langsung menyergap mereka begitu Budi membuka pintu besi berkarat itu dengan kunci duplikat (yang dia curi dari Pak Bon)."Masuk, cepetan," bisik Budi gemetar, senter HP-nya menyorot ke dalam kegelapan. "Konon di sini ada hantu Noni Belanda yang suka nyari skripsi-nya yang ilang.""Hush! Jangan nakut-nakutin!" Rangga menepuk punggung Budi. "Noni Belanda ngapain bikin skripsi? Paling juga bikin Klappertaart."Berlin menutupi hidungnya dengan sapu tangan sutra. "Ew. Baunya kayak masa depan suram. Debunya tebel banget, Mas. Outfit aku bisa hancur."Mereka bertiga masuk. Ruangan itu luas, penuh dengan rak-rak besi tinggi yang dipadati ribuan tumpukan kertas, map, dan skripsi mahasiswa angkatan jebot yang sudah menguning."Di mana Buku Merahnya, Bud?" tanya Rangga, menyalakan senter HP-nya juga.Budi berjalan ke Rak G, bagian paling pojok yang gelap dan lembab. Dia berjongkok, menggeser tumpukan skripsi
Read more