Lokasi: Rumah Kotak Sabun (Satu Minggu Pasca "Perang")Suasana pagi di Kompleks Griya Minimalis Asri terasa damai sentosa. Burung berkicau, matahari bersinar, dan Bu Tejo tidak lagi berteriak karena jemurannya sudah diganti baru oleh Nyonya Pramono (merek Versace, ngomong-ngomong).Rangga duduk di teras sambil menyeruput kopi hitam. Dia merasa gagah. Dia baru saja menyelamatkan satu kampung, mengusir Vanya, dan mempertahankan istrinya."Hidup ini indah," gumam Rangga, menyilangkan kaki. "Nggak ada lagi drama. Nggak ada lagi helikopter.""Maaaas!" panggil Berlin dari dalam rumah. "Ada paket!"Rangga tersedak kopinya. Trauma paket lingerie Vanya masih membekas."Jangan dibuka, Lin!" teriak Rangga panik, lari ke dalam. "Jangan-jangan isinya bom waktu! Atau surat gugatan cerai lagi!"Rangga merebut kotak itu dari tangan Berlin.Kotak itu kecil, dibungkus kertas cokelat kusam tanpa label pengiriman ekspedisi modern. Tidak ada barcode, tidak ada nama pengirim. Hanya ada tulisan tangan tegak
Read more