"Cakra, tetap saja aku lebih baik dari kamu!" tegas Arsen dengan senyum yang terlihat menusuk. Di kursinya, Cakrawala mengepalkan tangan."Apa maksud dia?" gumam Cakrawala, mengepalkan kedua telapak tangan kuat-kuat. Namun, dia tetap bertahan di tempat, tak menampakkan kemarahannya pada Arsen. Cakrawala menanti kelanjutan kalimat yang akan diucapkan oleh Arsen untuk menjatuhkan dirinya."Apa menurut kamu, aku ini pulang ke tanah air tanpa tujuan?" Arsen menepuk bahu Cakrawala, seolah dengan hangat, seperti tidak sedang berdebat."Hmh!" Cakrawala melipat tangan di dada, malas menanggapi. "Lalu apa kalau bukan tanpa tujuan?" tanya pria itu seketika. Arsen menimbang sejenak. Dia berjalan santai ke arah pintu, kemudian berujar, "Sangat menakjubkan. Jatuh cinta, ternyata bisa membuat seorang Cakrawala melupakan apa pun. Bahkan hari penting di hidupnya."Saat ini juga, Cakrawala langsung bereaksi. Pria itu menegakkan kepala, tercengang selama beberapa detik.Dia mulai memutar pikiran, hi
続きを読む